Sabtu, 01 Mei 2010

Persamaan Aneh

Saya mempunyai sebuah persamaan aneh.
Marilah kita simak!
a=1
2a=2
2a-1=1
2a-1=a
-(2a-1)=-a
-2a+1=-a
-2a+1+a^2=-a+a^2
a^2-2a+1=a^2-a
(a-1)^2=a(a-1)
(a-1)(a-1)=a(a-1)
(a-1)=a
1-1=1
0=1
????

Ha????? Bagaimana bisa 0=1 ??????
Dimana letak kesalahannya?

Memecahkan Misteri 0:0

Banyak orang bertanya. Berapakah nilai 0:0 yang sebenarnya
Mari kita cari tahu.
Kita lihat 4 aturan ini dulu:
Aturan #1 : Jika a:b = c, maka jelas a = b*c
Aturan #2 : 0 : x = 0
Aturan #3 : y : 0 = tak terdefinisi
Aturan #4 : z : z = 1
Dari aturan #1, kita masukan a = 0 dan b = 0
0:0 = c, atau 0 = 0*c
padahal, semua bilangan dikalikan 0, hasilnya adalah 0, sehingga c = bisa semua bilangan
Jadi, 0:0 = bisa semua bilangan
Dari aturan #2, kita masukan bahwa 0 : semua bilangan = 0
Jadi, 0:0 = 0
Dari aturan #3, semua bilangan : 0 = tak terdefinisi
Jadi 0:0 = tak terdefinisi
Dari aturan #4, semua bilangan dibagi bilangan itu sendiri = 1
Jadi, 0:0 =1
Digabungkan, kita mendapatkan 0:0 = bisa semua bilangan ATAU 0 ATAU 1 ATAU tak terdefinisi
Wah, kalau seperti ini, berarti belum terpecahkan misterinya
Kalau begitu, comment untuk mencapai judul Note ini
Terima Kasih!

Jumat, 06 November 2009

Matematika (ini bukan soal)

Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, relasi, perubahan, dan beraneka topik pola, bentuk, dan entitas. Para matematikawan mencari pola dan dimensi-dimensi kuantitatif lainnya, berkenaan dengan bilangan, ruang, ilmu pengetahuan alam, komputer, abstraksi imajiner, atau entitas-entitas lainnya. Dalam pandangan formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika; pandangan lain tergambar dalam filsafat matematika. Para matematikawan merumuskan konjektur dan kebenaran baru melalui deduksi yang menyeluruh dari beberapa aksioma dan definisi yang dipilih dan saling bersesuaian.
Euclid, matematikawan Yunani, abad ke-3 SM, seperti yang dilukiskan oleh Raphael di dalam detail ini dari The School of Athens.

Terdapat perselisihan tentang apakah objek-objek matematika hadir secara objektif di alam menurut kemurnian logikanya, atau apakah objek-objek itu buatan manusia dan terpisah dari kenyataan. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai "ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting". Albert Einstein, di pihak lain, menyatakan bahwa "sejauh hukum-hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti; dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan."

Melalui penggunaan abstraksi dan penalaran logika, matematika dikembangkan dari pencacahan, penghitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematik terhadap bentuk dan gerak objek-objek fisika. Pengetahuan dan penggunaan matematika dasar selalu menjadi sifat melekat dan bagian utuh dari kehidupan individual dan kelompok. Pemurnian gagasan-gagasan dasar dapat diketahui di dalam naskah-naskah matematika yang bermula di dunia Mesir kuno, Mesopotamia, India, Cina, Yunani, dan Islam. Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam buku Euclid, Unsur-Unsur. Pengembangan berlanjut di dalam ledakan yang tidak menenteramkan hingga periode Renaisans pada abad ke-16, ketika pembaharuan matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru, mengarah pada percepatan penelitian yang menerus hingga Kini.

Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan alam, rekayasa, medis, dan ilmu pengetahuan sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.

Secara umum, semakin kompleks suatu gejala, semakin kompleks pula alat (dalam hal ini jenis matematika) yang melalui berbagai perumusan (model matematikanya) diharapkan mampu untuk mendapatkan atau sekadar mendekati penyelesaian eksak seakurat-akuratnya. Jadi, tingkat kesulitan suatu jenis atau cabang matematika bukan disebabkan oleh jenis atau cabang matematika itu sendiri, melainkan disebabkan oleh sulit dan kompleksnya gejala yang penyelesaiannya diusahakan dicari atau didekati oleh perumusan (model matematikanya) dengan menggunakan jenis atau cabang matematika tersebut. Sebaliknya berbagai gejala fisika yang mudah diamati, misalnya jumlah penduduk di seluruh Indonesia, tidak memerlukan jenis atau cabang matematika yang canggih. Kemampuan aritmetika sudah cukup untuk mencari penyelesaian (jumlah penduduk) dengan keakuratan yang cukup tinggi.

Sumber : Wikipedia

Sabtu, 26 April 2008

Bakteri di sebuah pulau

Diketahui di sebuah pulau terdapat bakteri. Tiap detik, bakteri itu berkembang biak menjadi 2 kali jumlah sebelumnya. Jika pada detik ke-20, jumlah bakteri itu sudah memenuhi setengah pulau, pada detik ke berapa jumlah bakteri itu memenuhi satu pulau?

Sabtu, 19 April 2008

Dikurung

Ini ada sayembara seperti ini.
Anda dikurung di ruang besar. Anda memenangkan sayembara ini jika anda bisa keluar dari ruangan tsb kurang dari 24 jam. Nah, pintu untuk ruangan itu dikunci. Di ruang itu terdapat 9 peti. Peti itu tidak dikunci. Tiap peti memiliki 10 kunci. Salah satu dari 9 peti ini ke-10 kunci asli semua, dan 8 peti lainnya isinya 10 kunci palsu semua. Sekali meletakan kunci palsu pada pintu, anda tidak bisa keluar. Diketahui, massa kunci palsu 1 g, dan massa kunci asli 1,1 g. Disana ada neraca yang langsung keluar angkanya. Bagaimanakah cara anda keluar dari ruangan tersebut hanya dengan menimbang sekali saja?

Minggu, 13 April 2008

Mysterious Mathematics ( Misteri Matematika )

Let's try it ( mari kita coba )

This will be in English, but there was an Indonesia too

Do this step by step

Multiply by the number of your brother by 2
Add 3
Multiply by 5
Add the number of your sister
Multiply by 10
Add the number of the living grand parents

AND

The first digit of the remainder will be the
number of brother
The second digit will be the
number of sister
And the third digit will be the
number of living grandparents

( Lakukan ini langkah per langkah

Kalikan jumlah saudara laki-lakimu dengan 2
Tambah 3
Kali 5
Tambah dengan jumlah saudara perempuanmu
Kali 10
Tambah dengan jumlah kakek nenek yang masih hidup
Kurangi 150

DAN

Angka pertama dari sisanya akan menjadi
Jumlah saudara lak-laki
Angka keduanya menjadi
Jumlah saudara perempuan
Dan angka ketiganya menjadi
Kakek nenek yang masih hidup )

Is it true? ( Apakah itu betul ? )

Sabtu, 12 April 2008

777777777777 kuadrat

Ini cuma sekedar informasi. Anda tak perlu menjawab

0000000000049
00000000004949
000000000494949
0000000049494949
00000004949494949
000000494949494949
0000049494949494949
00004949494949494949
000494949494949494949
0049494949494949494949
04949494949494949494949
494949494949494949494949
04949494949494949494949
0049494949494949494949
000494949494949494949
00004949494949494949
0000049494949494949
000000494949494949
00000004949494949
0000000049494949
000000000494949
00000000004949
0000000000049
-------------------------------- +
Hasil penjumlahan =
604.938.271.603.728.395.061.729
Nah, hasil itu = 777.777.777.777 kuadrat
7 sebanyak 12 digit

Bikin Pusing

Dapatkan secepatnya bilangan yang terdiri dari 7 angka yang habis dibagi 7 !

8595409303943949181716165
8493938747467474885996907
5847352415264389590483726
9786857563532542424536546
1352674889599707070797968
5757646463535432425435646
5858868069483625132153264
7585657356349493834745234
9860059489484746453453546
2837363534242536734859599
5131121223343647586897979
5746345354364757858896970
5634758583989839343674646

Coba diatur kembali

Sesungguhnya angka-angka hitungan di bawah ini merupakan penjumlahan biasa saja. Tadi pagi letak angka - angka itu sudah betul kok! Tetapi rupanya adik - adik kita yang memindahkan angka - angka itu sehingga menghasilkan angka yang kacau seperti ini :
Cobalah atur kembali dengan meletakan angka - angka tepat pada tempatnya semula sehingga terjadi penjumlahan yang benar. Misalnya angka puluhan kau tempatkan pada angfka ratusan, atau angka satuan kau letakkan pada tempat ratusan, ribuan atau puluhan ribu. Gampang asal mau berpikir !

Teka - teki silang angka

Dapatkah kalian selesaikan TTS angka ini dalam waktu kurang dari 2 menit? Catat soalnya di kertas dan kerjakan. Jangan komputer anda di coret- coret. Ini dia :


Mana yang lebih besar?

a) 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 x 9
b) (123456789x9-1):11111111

Perhatikan, pada a) angka 1 bernilai ratusan sedangkan pada b) angka 1 bernilai milyaran. Coba terka mana yang lebih besar hasil hitung-hitungannya!

Bagaimana Ini?

CATATAN : Semua hitungan disini tidak ada yang salah

Pak Togi ingin tahu berapa bulan sebenarnya anaknya belajar di sekolah selama 1 tahun. Rasanya banyak sekali liburnya. Hari minggu, hari besar, kuartalan dan libur-libur lainnya.

Dengan kalkultor di tangan Pak Togi mulai mengingat - ingat; 1 hari belajar selama 5 jam, jadi 1 tahun jika tidak ada liburnya = 365 x 5 jam = 1.825 jam. Liburan hari besar dan kuartalan kira - kira 33 hari, sama dengan 33 x 24 jam = 792 jam. Libur minggu 52 hari, sama dengan 52 x 24 jam = 1.248 jam

Jam belajar selama setahun = 1.825 jam
Liburan 792 jam + 1248 jam = 2.040 jam


Lho? Jadi selama ini anaknya tak bersekolah karena menurut hitungan Pak Togi, lebih banyak hari liburnya daripada waktu belajar. Bagaimana ini, dimana letak kesalahannya?

Gampang Tapi Menjebak

Pertanyaan Matematika :
Diketahui : 7 ekor kambing dapat menghabiskan 7 kg rumput dalam 7 hari.
Ditanyakan : Berapa hari yang dibutuhkan 4 kambing untuk memakan 4 kg rumput?

Saya saja juga bingung

Ini ada cerita : Mohon disimak :
Di sini ada 3 orang. Kita beri nama A , B , dan C. Nah, mereka bertiga memiliki masing - masing Rp10.000,00. Kalau digabung, uang mereka Rp10.000,00 x 3 = Rp30.000,00.

Mereka bertiga makan di restaurant, dan habis Rp25.000,00. Mereka membayar, maka kembalinya Rp30.000,00 - Rp25.000,00 = Rp5.000,00. Rp5.000,00 ini mereka bagi tiga, masing - masing Rp1.000,00, kemudian Rp2.000,00 diberikan kepada pengemis.

Berarti, kalau dihitung-hitung, tiap orang membayar Rp9.000,00 ( karena Rp1.000,00 nya sudah kembali ). Total berarti Rp9.000,00 x 3 = Rp27.000,00 ditambah yang diberikan pengemis = Rp27.000,00 + Rp2.000,00 = Rp29.000,00. Dimanakah yang Rp1.000,00 ini?